Real Madrid vs Real
MASJID
Real Madrid.. Real Madrid.. Siapa yang tidak
kenal dengan Real Madrid ?? Salah satu raksasa klub sepak bola dunia yang
bermarkas di kota Madrid, Spanyol ini memang sedang bersinar pada dua dekade terakhir ini. Bahkan ada yang ekstrim
sampai-sampai memberikan label “kampungan” kepada orang yang tidak mengenal
klub setenar Real Madrid, tapi bukan saya kok orangnya he he he. Klub yang bertabur bintang ini mengklaim memiliki fans
kurang lebih 450 juta orang yang tersebar di 186 negara, sebuah jumlah yang
sangat fantastis untuk ukuran sebuah fans club.
Wajar saja kalau para pemain bintang berlomba-lomba
untuk bermain di klub yang akrab dengan julukan Los Merengues, Los
Blancos dan Los
Galacticos ini. Nama-nama tenar seperti Raul Gonzales, Luis
Figo, Zinedane Zidane, Ronaldo Luis Nazario, Roberto Carlos, David Beckham, Mesut Ozil, Toni Kroos sampai Gareth Bale yang nota benenya pemain
termahal dunia merupakan
deretan nama yang pernah bermain dan masih
bermain sampai saat ini. Christiano Ronaldo yang mendapat predikat pemain terbaik dunia tahun 2008, 2013 dan 2014 ini menjadi icon bagi klub dengan sarat prestasi
tersebut.
Tidak keliru jika FIFA menempatkannya sebagai
klub paling sukses sepanjang abad ke-20, dengan 31 gelar Primera Liga Spanyol,
16 Piala Spanyol, 9 gelar Piala dan
Liga Champions, dan 2 trofi Piala
UEFA. Inilah yang
membuat beberapa klub menjadi ciut ketika ingin
berhadapan dengan Real Madrid.
Tapi tidak bagi
klub Barcelona yang menjadi rival abadi dari klub Real Madrid. Kenapa saya
katakan begitu, ya maklumlah saya kan fans Barcelona he he he.
Cukup..cukup, kita tinggalkan pembahasan tentang Real
Madrid, soalnya saya takut anda juga akan ikut jadi fansnya he he. Eh
ngomong-ngomong soal fans club, ini menjadi fenomena baru pada abad ini
khususnya di kalangan anak muda. Tidak hanya klub sepak bola yang memiliki fans
club, namun aktris, penyanyi, tokoh-tokoh bangsa pun memiliki basis fans
club. Mengidolakan seseorang itu tidak salah, namun sikap fanatisme yang
berlebihan itu yang tidak baik. Tidak jarang kita melihat anak muda yang sampai
terjun ke hal-hal yang negatif akibat mengidolakan figur atau sosok yang salah.
Mengidolakan sosok figur ini cenderung membawa kita untuk
mengikuti semua hal yang dilakukan oleh sosok figur tersebut. Tidak peduli yang
dilakukannya idolanya itu baik atau buruk, karena kita seolah-olah “disihir”
oleh sosoknya. Ingat, bahwa yang kita idolakan itu adalah manusia biasa yang
punya banyak kekurangan, maka sungguh tak pantas jika kita harus bersikap
fanatisme ke mereka. Kalau anda mau mengidolakan sosok figur, maka hanya
baginda Rosul Muhammad SAW. lah yang pantas untuk kita idolakan.
Rosulullah adalah tokoh central paling berpengaruh sepanjang sejarah perkembangan peradaban
manusia. Beliau adalah sang revolusioner yang mampu mengangkat umat manusia
dari zaman jahiliyah ke zaman humanis. Adakah yang lebih layak kita idolakan selain Baginda
Rosul Muhammad SAW ?? Beliau memiliki rekam jejak yang sangat istimewa, semua
lini dalam kehidupan beliau sangat layak kita tiru. Tercatat bahwa beliau
adalah ahli ibadah, ahli dalam berdagang, ahli dalam urusan diplomasi, piawai
dalam strategi perang dan dalam membina rumah tangga beliaulah sosok teladan
bagi kita semua. Maka tak salah kalau beliau menyandang predikat Rahmatan
Lil Aalamiin sebagai predikat tertinggi di dalam sejarah kehidupan manusia.
Tenang..tenang.. saya tidak akan membahas biografi
Baginda Rosul kali ini, karena saya bukan ahli sejarah Islam he he. Namun
bolehkah saya jujur kepada anda semua, kali ini saya sedang dilanda badai galau,
resah dan gundah. Ciee so sweet banget, hehe.. Tapi ini serius loh, lebih
tepatnya saya miris melihat fenomena yang terjadi di kalangan anak muda saat
ini. Apa itu ?? Saat ini anak muda lebih suka nonton bareng daripada sholat
bareng (berjamaah), anak muda lebih suka nongkrong berjam-jam di cafe daripada
nongkrong di masjid bermajelis. Kalau kata bang Haji Rhoma Irama “sungguh
terlalu”.
Kali ini saya ingin bertanya kepada anda, jawab yang
jujur ya.. “apakah anda sering ke mall berbelanja dan mendapat voucher belanja ??”
Jika iya maka dugaan saya benar. Iya benar, bahwa anda itu memang tukang
belanja he he. Berapa kali anda ke mall dalam seminggu ? Sudah berapa jumlah
uang yang anda keluarkan di mall ?? Cukup, tidak usah dijawab deh. Saya cuma
ingin katakan, kembalilah ke jalan yang benar saat ini juga!! Sudahlah jangan
tersinggung ya, mending lanjutkan membaca.
Coba kita bandingkan, berapa jam waktu yang kita habiskan
setiap kita ke mall ?? 2 jam kah, 3 jam kah atau bahkan lebih. Lalu berapa jam
waktu yang kita habiskan setiap kita ke masjid ?? tidak sampai 1 jam atau
bahkan tidak sampai setengah jam, sungguh miris!! Mall yang jauh di sana kita
bela-belain untuk datangi, masjid di belakang rumah kita terasa berat untuk
melangkahkan kaki. Masih adakah IMAN di dalam diri kita ?? Masihkah hati kita
bergetar ketika adzan berkumandang di masjid ?? Masihkah kita merasa bersalah
ketika adzan dilantangkan sementara kita masih sibuk mengurusi urusan dunia ??
Baiklah, saya beri waktu kepada anda 1 menit untuk merenungi
pertanyaan-pertanyaan saya tadi. OK, cukup ya!! Silahkan anda usap air mata
anda dan lanjutkan membaca.
Kita bandingkan lagi, tidakkah kita melihat sekarang
mall-mall ramai dikunjungi mulai dari anak kecil sampai orang dewasa, bahkan
ada yang anaknya belum bisa jalan sudah dibawa ke mall. Sementara masjid hanya
ramai dikunjungi oleh orang-orang yang memasuki usia senja alias sudah pensiun.
Indikasi jamaah bertambah masjid itu ada 2, ketika bulan ramadhan tiba dan
ketika jumlah pensiunan bertambah he he.
Anak muda yang menjadi generasi pelanjut justru kurang
tertarik untuk datang ke masjid. Penyebabnya apa ?? Karena tidak ada voucher
atau hadiah cash yang langsung bisa dicairkan ketika kita ke masjid. Perlu
diakui bahwa mayoritas kita memang lebih suka dikasih langsung Rp. 50.000,- tunai
dibanding 1 MILIAR tapi nanti. Namun saya yakin anda yang sedang membaca ini
tidak demikian. Dijelaskan bahwa seandainya kita diperlihatkan berapa besar
pahala ketika kita shalat berjamaah di masjid & berada di shaf pertama, saking
besarnya pahalanya maka sekiranya masjid itu di seberang lautan kita akan
berlomba-lomba berenang ke sana untuk berjamaah dan mendapatkan shaf pertama. Subhaanallah!!
Kata anak muda zaman sekarang tidak gaul
kalau kita tidak ke mall, saya bilang anda tidak gaul kalau tidak ke masjid.
Mungkin anda bilang yah itu kan kamu yang bilang, ok ok.. Baca yang ini, kalau
ini Allah yang bilang dalam kitabnya bahwa : “Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta
orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43). Ayat tersebut menunjukkan perintah melaksanakan shalat bersama
orang-orang yang melaksanakan shalat yaitu dengan berjama’ah di masjid. Sosok panutan kita, Baginda Rosul pun menegaskan bahwa ”Shalat
berjama’ah itu lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh
derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Lantas kenapa kita yang pria ini, yang
ngakunya kuat, hebat, jagoan, ngakunya pria sejati, tapi kok berat untuk bangkit
menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid.
Potret lain yang juga berkaitan dengan masjid adalah kita
lihat di beberapa mall di Indonesia yang pembangunannya sangat megah, ada
eskalatornya, ada liftnya, toiletnya bersih, namun masjidnya dibangun di bawah
dekat basement, miris!! Ingat, Indonesaia tercatat sebagai negara berpenduduk
muslim terbesar di dunia, tapi rumah ibadah untuk umat muslimnya banyak yang
tidak layak. Coba kita tengok negara tetangga kita Brunei Darussalam, yang
luasnya hanya 5.770 Km² dan jumlah penduduknya hanya kurang lebih 408.000 jiwa.
Namun yang spektakuler di Brunei Darussalam dimana mall-mallnya itu tidak semegah
mall yang ada di Indonesia. Tapi masjid-masjidnya dibangun dengan megah, indah
& bersih bahkan sampai di pelosok-pelosok pun masjidnya masih indah &
bersih. Harusnya kita malu!!
Ada juga diantara kita yang bersikap marah ke pemilik
mall kalau masjid di mall itu dibangunnya di basement, ukurannya kecil, toiletnya
kotor. Loh, itu kan haknya dia, toh yang punya uang dia, yang punya mall dia.
Kalau mau marah, yah bangun dong mall terus masjidnya itu dibuat semegah
mungkin, kalau bisa lebih megah dibanding mallnya. Kalau kita marah, maka sebaiknya
marah kita itu dikonversi kedalam tindakan positif. Ayo kita umat muslim berjamaah membangun
masjid yang megah, indah & bersih. Setelah kita bangun masjid, nah kita
harus makmurkan masjidnya. Datangi masjid setiap sholat lima waktu, buat
majelis dzikir di masjid, buat kajian-kajian ilmu di masjid, itu baru “marah
positif”.
Bagi kita para pemuda harusnya
sadar bahwa betapa kita diistimewakan
oleh Allah. Dijelaskan bahwa Allah akan memberikan Naungan-Nya di saat tidak
ada lagi naungan kecuali dari-Nya kepada pemuda yang hatinya terpaut pada
masjid. Dimana pun ia berada, sedang apapun ia beraktivitas, namun saat
terdengar adzan, maka ia akan segera memenuhi panggilan tersebut.
Kenapa Allah memilih pemuda untuk diberikan Naungan-Nya, kenapa
Allah tidak memilih orang tua saja. Karena di saat kita muda dimana tenaga kita
lagi on fire, emosi kita kadang tidak stabil, pikiran kita kadang labil,
lantas kita gunakan untuk senantiasa memakmurkan masjid maka disitulah ke-Istimewaan
pemuda di hadapan Allah. Kalaulah orang tua, apalagi yang sudah pensiun lantas
ia rajin ke masjid sholat 5 waktu & bermajelis itu wajar. Justru kalau
mereka tidak ke masjid padahal sudah pensiun juga, nah ini yang kelewatan tidak
tahu diri he he.
Saya ingin mengajak anda khususnya para pemuda untuk
nge-fans ke MASJID bukan ke Real Madrid.
Ayo kita makmurkan masjid, ayo kita bangun masjid yang
megah, ayo kita penuhi masjid setiap waktu sholat, ayo jadi generasi pecinta
masjid.
SAMPAI KETEMU DI MASJID !!
Wassalam..
By : Zulfakar S. Arif